Krisis ekonomi tahun 2008 ditandai oleh turunnya beberapa indikator ekonomi, yaitu harga minyak yang tinggi, yang menyebabkan tingginya harga makanan yang disebabkan oleh sangat tergantungnya harga makanan kepada harga minyak, krisis kredit yang menyebabkan kebangkrutan bank dan institusi keuangan yang sudah mapan, dan yang terakhir adalah meningkatnya angka pengangguran. Semua hal di atas menyebabkan keadaan ekonomi dunia menjadi sulit dan pada akhirnya terjadilah resesi ekonomi dunia.
Akhir Oktober ini harga minyak sudah turun ke titik terendahnya sampai USD64 per barel, namun hal ini belum dapat meningkatkan kinerja bursa saham di dunia, hal ini ditunjukan oleh indeks bursa saham dunia. Bursa saham Jepang, Nikkei, bahkan jatuh ke titik terendahnya sejak 20 tahun yang lalu, hal ini disebabkan oleh jatuhnya nilai Yen Jepang terhadap US Dollar. Di Indonesia sendiri bursa saham terkena dampak dari krisis ekonomi, IHSG jatuh ke level sekitar 1.100, level yang hampir sama dengan IHSG pada saat krisis ekonomi tahun 1997.
Akhir Oktober ini harga minyak sudah turun ke titik terendahnya sampai USD64 per barel, namun hal ini belum dapat meningkatkan kinerja bursa saham di dunia, hal ini ditunjukan oleh indeks bursa saham dunia. Bursa saham Jepang, Nikkei, bahkan jatuh ke titik terendahnya sejak 20 tahun yang lalu, hal ini disebabkan oleh jatuhnya nilai Yen Jepang terhadap US Dollar. Di Indonesia sendiri bursa saham terkena dampak dari krisis ekonomi, IHSG jatuh ke level sekitar 1.100, level yang hampir sama dengan IHSG pada saat krisis ekonomi tahun 1997.


No comments:
Post a Comment